Jumat, 27 Mar 2026
  • PESANTREN ALAM CAHAYA ASWAJA YATIM & DHU'AFA GUNUNGSINDUR | Pendaftaran silahkan klik DAFTAR DAFTAR

Asy’ariyah dan Maturidiyah itu faham banyak umat islam di seluruh dunia

Dari masa lalu, banyak terjadi perdebatan tentang filsafat-filsafat yang berawal dari non islam (terutama yunani) antara para ulama dan tokoh-tokoh teologi,padahal, akar filsafat yunani tersebut sebenarnya sangat tidak kuat dan hanya berupa mitos, tetapi karena cakupan penggemarnya sangat banyak, maka berkembang pula di negeri-negeri islam, sehingga, menimbulkan pertentangan antara beberapa kutub kelompok, terutama oleh Ahlus sunnah dan mu’tazilah.
Dalam perdebatan panjang tentang filsafat ini, sempat beberapa masa, faham mu’tazilah melanda dan dipercaya oleh masyarakat dan berupaya untuk menghilangkan faham ahlus sunnah.
Diantara barisan ahlus sunnah, yang paling berpengaruh namanya adalah Al-asya’ri dan A l maturidi. Mereka dalam hal ini menjadi kutub kuat kekuatan mazhab beraqidah yang sedang mengalami banyak gempuran-gempuran dari kelompok rasionalis. Asy’ari berusaha menangkal semua argumen dengan bahasa dan logika lawannya, karena jika kelompok2 lawan dijawab dengan dalil (nash) jelas sangat tidak efektif karena biasanya sejak awal, lawan terlebih dahulu sudah menafikkan adanya nash. Sehingga, kaum asy’ari mengkombinasikan antara dalil aqli dan naqli, dan menjadi metode yang tepat untuk menangkis mutazilah.
Tentu, pada masa sekarang, kasus filsafat semakin berkembang dari jaman dulu, sehingga muncullah banyak kejanggalan-kejanggalan konsep aqidah yang mengaku bermanhaj. kejanggalan ini juga menuduh asy’ari dan maturidi sebagai aqidah yang sesat, padahal sesungguhnya, mu’tazilah lah yang sesat.
Pada masa itu, banyak sekali sesungguhnya para ulama yang berada di pihak Asy’ari bila kita berkaca pada sejarah kelompok ahlus sunnah dan mu’tazilah. dan secara kenyataannya, sampai saat ini, mahzab aqidah Asy’ari dan Maturidi mazhab yang paling banyak dipeluk umat islam secara tradisional dan turun menurun di dunia islam. Di dalamnya, sangat banyak para ulama, fuqoha,imam dan sebagainya, yang mereka sangat kompeten dan ahli dalam keilmuwan agamanya. Meski, ulama tersebut mungkin tidak 100% berfaham asy’ari..tapi tali dasar mereka adalah asy’ariyah, dan kesepakatan mereka 100% adalah terhadap asy’ariyah..
Sejarah mencatat beberapa imam yang termasuk dalam aqidah asy’ari ini: al-baqillani, imam haramain al-juwaini, imam al-ghazali, al-fakhrurrazi, al-baidhawi, al0amidi, asy-syahrastani, al-baghdadi, ibnu abdis salam, ibnu daqiq al-‘id, al-baqini, al-iraqi,an-nawawi,ar-rafi’,ibnu hajar asqallani, as-suyuti.
Itu dari wilayah timur, sedang dari wilayah barat kekuasaan islam adalah: ath-tharthusi, al-maziri, al-baji,ibnu rusyid (al jad), ibnu arabi, al-qadhi iyyadh, al-qurthubi, asy-syatibi.
Bahkan universitas islam terkenal pun banyak yang menganut asy’ari dan maturidi, misalnya al azhar kairo, az zaitun tunisia, al qoyruwan di maroko , neobandi di india. dan masih banyak lagi universitas2 terkenal islam lainnya.
para ulama pengikut mazhab hanafi secara teologis umumnya adalah penganut faham Maturidiyah. mazhab maliki dan syafi’i umumnya penganut faham asy’ariyah.
Bila asy’ariyah dianggap sesat oleh sebuah golongan yang mengaku penegak tauhid,terntu kita mesti berfikir cerdas..apakah Allah membiarkan aqidah ini (asy’ariyah dan maturidiyah) hidup berkepanjangan dan dianut banyak umat islam di seluruh dunia?kenapa tidak diberantas dari awal dan justru banyak menghasilkan pemikiran-pemikiran ,fiqih-fiqih yang sangat terkenal dan diakui oleh dunia dan berada di atas kebenaran dalil?? Asy’ariyah dan maturidiyah adalah bagian dari ahlus sunnah, sama sekali tidak keluar dari ahlus sunnah. Bila suatu hari mazhab ini di kritik habis-habisan sebagai mazhab dan penganut aqidah keduanya adalah sesat, menjadi tanda tanya besa, karena mereka tetap berpatokan kepada Qur3an dan sunnah sebagai landasannya.
Hal yang tidak etis jika kita menuduh dua aqidah ini sebagai sumber kesesatan, bid’ah dan bahkan masuk neraka kepada para penganutnya. karena pada dasarnya, kaidah mereka masih berpegang pd apa yang di sampaikan oleh Rasulullah SAW.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR